Pintu gerbang ke Dimensi Abadi

Brian WeissOleh : Dr Brian Weiss

Pintu gerbang ke dimensi abadi adalah halus, tidak pernah terbuka lebar. Umumnya tidak ada tanda-tanda yang akan memberi kita petunjuk, jalan dan waktu mana yang akan mengarahkan kita pada pintu tersebut. Pada waktunya pintu ini akan terbuka dan membawa kita pada keadaan ekstase mendalam, ringan, kepuasan dan kebahagiaan, mengarahkan kontak kita dengan dimensi kita yangterdalam, dan kesadaran yang lebih tinggi dari esensi spiritual kita.

Keadaan mistik ini bisa terjadi dalam cara yang biasa biasa saja. Ini dapat datang melalui kita ketika kita merenungkan sesuatu yang memberikan kesenangan. Mungkin ini berlangsung intensif dan singkat. Dan ini akan memancar pada wajah-wajah yang tercerahkan, yang mencerminkan sukacita dan ketenangan.

Saya telah melihat hal ini tercermin di wajah para pasien saya yang telah mendapatkan pemahaman transenden selama sesi regresi yang sangat kuat. Karena mereka secara langsung mengalami sukacita dari dimensi yang lain, Anda juga sering melihatnya pada anak-anak yang sedang bermain atau orang-orang yang sedang jatuh cinta. Salah satu ciri dari pengalaman spiritual ini adalah belas kasih dan kasih sayang yang dipancarkan pada orang lain tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Mereka akan merasakan kesatuan dengan setiap orang lain dan dengan segala yang ada.

Ada banyak cara untuk mencapai perasaan ini, atau membiarkan diri kita tersentuh oleh itu, pengalaman ini secara alamiah berbeda dari orang ke orang. Pengalaman pertama saya dengan ingatan kehidupan lampau yang jelas adalah melalui meditasi. Saya pergi ke terapis akupresur (shiatsu) karena sakit punggung dan leher saya yang kronis. Sesi dilakukan dalam keheningan, dan situasi yang tenang ini saya menggunakan waktu untuk bermeditasi.

Satu jam dalam sesi ketiga, saya telah mencapai keadaan relaksasi yang sangat dalam. Saya dikejutkan oleh kesadaran melihat sebuah adegan dari waktu yang lain. Dalam adegan ini, saya melihat diri saya lebih tinggi dan lebih kurus, dengan janggut hitam, dan saya mengenakan jubah warna-warni. Saya adalah seorang pendeta, seorang pemimpin dari hirarki keagamaan yang kuat. Aku membolak-balik keseluruhan perspektif dan visi dari pendeta tersebut.

Saya menjadi sadar tentang hidupnya dan bahwa idealisme dan spiritualitasnya telah memberikan nilai materi baginya ketika ia naik ke posisi kekuasaan dan otoritas yang besar. Dia bahkan memiliki pengikut dari keluarga kerajaan. Alih-alih menggunakan posisinya untuk mempromosikan nilai-nilai spiritual, persaudaraan, dan kedamaian dalam masyarakat, dia menggunakan kekuasaannya untuk keserakahan, seks, dan untuk memperoleh kekuasaan lebih. Pendeta tersebut meninggal sebagai orang tua, dan tidak pernah memperoleh kembali kebajikan dan idealisme masa mudanya. Ia harus meninggalkan kekayaan, kekuasaan, posisi, dan tubuhnya di belakang.

Saya merasa sangat sedih. Sebuah kesempatan besar telah di sia-siakan oleh saya pada waktu itu. Bangunan di mana saya menemukan diriku memiliki desain yang aneh yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Bangunan itu geometris, rata di atas dengan lebar yang lebih besar bagian bawah dan dinding yang miring. Ada tujuh atau delapan tingkat, dengan tanaman yang tumbuh di sisi dan di atasnya. Tangga yang lebar menghubungkan lantai-lantainya di titik-titik tertentu. Lambat laun, saya menjadi sadar akan sebuah kata dalam pikiran saya Ziggurat.

Saya tidak tahu apa arti kata ini. Malamnya, saya teringat lagi kata Ziggurat. Saya mencarinya dalam ensiklopedia. Ziggurat adalah nama untuk kuil-kuil dari bentuk geometris seperti yang telah saya bayangkan sebelumnya, adalah kuil dari zaman Babilonia-Asiria. Taman Gantung di Babylon adalah sebuah contoh Ziggurat. Menyadari pengalaman orang ini memicu kesedihan tertentu dalam diri saya. Kesempatan untuk mengajarkan tentang cinta dan kasih sayang hilang. Namun dalam beberapa hal, pengalaman seperti ini dapat membimbing kita untuk memaknai keberadaan kita hari ini. Mereka memberikan penjelasan (atau setidaknya petunjuk) mengapa kita menghadapi situasi dan kesempatan tertentu dalam kehidupan kita saat ini. Ini seolah-olah masih ada pelajaran rohani yang harus dipelajari. Sebagian besar pasien saya dapat mengingat kehidupan lampau selama terapi regresi.

Beberapa dari mereka juga dapat melakukannya melalui meditasi. Hal ini karena latihan meditasi yang terus-menerus membawa kita ke level batin yang lebih dalam. Hal itu juga membuka kemungkinan bagi pengalaman spiritual, seolah-olah pikiran bawah sadar adalah pintu gerbang ke dimensi abadi tersebut. Membuka gerbang ini bukan hanya soal menemukan kunci, atau mengatakan beberapa mantra ajaib. Hal ini lebih seperti gagasan yang memandu para alkemis kuno pada proses transformasi dan kemudian berubah. Pikiran menjadi suatu bagian, dan orang yang bermeditasi mampu mengenali pikiran ini dan bergerak melaluinya lebih dalam, kondisi lebih transenden.

Semua ini memerlukan waktu dan latihan. Latihan meditasi regular dapat membangkitkan kenangan kehidupan lampau. Jangan mencoba untuk menentukan apakah ini kenangan atau metafora, simbol atau produk dari imajinasi pikiran Anda. Jika ini membuat Anda tidak nyaman, bukalah mata Anda dan akhiri meditasi. Menjelajahi kehidupan lampau melalui meditasi adalah cukup aman.

Pikiran bawah sadar kita sangat bijaksana dan tidak akan membiarkan apapun yang berbahaya bergerak melalui memori kita. Tapi kemungkinan perkembangan spiritual yang ditawarkan oleh meditasi tidak hanya terbatas untuk meninjau kembali kehidupan masa lalu. Beberapa pasien saya telah mengalami pengalaman seakan terlepas dari tubuh fisik selama meditasi; seakan melayang di atas tempat di mana mereka duduk atau berbaring … menonton dirinya sendiri. Ini adalah apa yang disebut out-of-body experience (OBE). Dengan sendirinya, ini merupakan pengalaman penting. Ini mendemonstrasikan ada kehidupan yang lebih daripada sekedar tubuh fisik dan otak. Tidak ada bahaya sama sekali jika hal ini terjadi.

Anda akan selalu menemukan jalan kembali dengan selamat. Hal ini sangat mirip dengan pengalaman yang terkait oleh orang-orang yang telah mengalami pengalaman mati suri (NDE). Dalam situasi ini, karena penyakit atau
trauma, kesadaran terlepas dari tubuh fisik. Beberapa orang menjadi sadar akan cahaya terang yang tampaknya memiliki makna rohani yang luar biasa. Namun, dalam NDE itu belum waktunya bagi mereka untuk mati, dan mereka segera kembali ke tubuh mereka. Walaupun saya telah mendapatkan banyak pengetahuan dan kebijaksanaan melalui pasien-pasien saya, saya merasa perlu untuk mengembangkan saluran saya sendiri. Dalam meditasi saya sering menerima pesan, pikiran transenden dan intuisi.

Intuisi adalah jenis lain dari pengalaman spiritual, dan meditasi secara teratur meningkatkan fenomena intuisi. Sebagaimana seorang Master pernah berkata kepada saya, “Intelek adalah penting dalam dunia tiga dimensi, tetapi intuisi lebih penting.” Kadang-kadang, pengetahuan, kebijaksanaan atau beberapa wahyu yang signifikan dibisikan kepada kesadaran kita oleh suara batin kita. Semakin kita membuka diri untuk kebijaksanaan intuitif ini, pesan ini menjadi lebih jelas. Penting untuk belajar mendengarkan dan mempercayai bimbingan yang datang. Pikiran, gambar dan ide-ide sering datang kepada saya ketika saya dalam kondisi sangat rileks atau meditasi. Beberapa tahun yang lalu saya melakukan sebuah seminar dua hari di Puerto Rico. Hampir lima ratus orang hadir.

Banyak orang mengalami kenangan masa awal kanak-kanak, dalam rahim, dan kenangan kehidupan lampau. Satu peserta, seorang psikiater forensik yang dihormati di Puerto Rico, bahkan mengalami lebih dari itu. Selama meditasi yang dipandu pada hari kedua konferensi, mata batinnya memandang sosok wanita muda. Ia kemudian mendekat. “Beritahu mereka, saya baik-baik saja,” yang diarahkan kepadanya. “Katakan kepada mereka Natasha dalam keadaan baik-baik saja.” Psikiater tersebut merasa “sangat aneh” ketika ia menceritakan pengalamannya kepada seluruh kelompok. Ia tidak mengenal orang yang bernama Natasha. Nama itu sendiri adalah sebuah nama yang langka di Puerto Rico.

Dan pesan yang diberikan oleh gadis seperti hantu itu tidak ada hubungannya dengan apa yang terjadi dalam konferensi atau dalam kehidupan pribadinya. “Apakah pesan ini mempunyai arti kepada siapa pun di sini?” psikiater tersebut bertanya kepada para hadirin. Tiba-tiba seorang wanita menjerit di bagian belakang auditorium. “Putriku, putriku!” Putrinya, yang meninggal mendadak di usia dua puluhan, enam bulan lalu, bernama Ana Natalia. Ibunya, dan hanya ibunya, yang memanggilnya Natasha. Psikiater tersebut belum pernah bertemu atau mendengar tentang Natasha atau ibunya. Ia sama terkesimanya oleh pengalaman yang luar biasa ini seperti sang ibu. Ketika mereka berdua kembali tenang, ibu Natasha menunjukkan foto putrinya. Psikiater tersebut menjadi semakin pucat. Ini adalah wanita muda yang sama yang mendekatinya dengan pesan yang menakjubkan. Singkatnya, saya ingin mendorong orang untuk bermeditasi untuk menemukan dan mengembangkan pengalaman-pengalaman spiritual, untuk menjaga pikiran mereka terbuka terhadap apa pun yang mungkin terjadi.

Pengalaman dapat berupa perasaan, gambar, kenangan kehidupan ini atau kehidupan lampau, nasihat intuitif dan kebijaksanaan, atau bahkan kondisi lebih transenden. Ada tujuan untuk segala sesuatu, arti untuk segala sesuatu, untuk kehidupan, untuk menghidupkan kembali setiap keberadaan yang kita miliki, untuk karunia mengingat keberadaan. Selalu ada rencana yang lebih tinggi atau misi yang berlangsung. Atau – setidaknya sebuah kesempatan bagi kita untuk belajar.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: