Hidup itu Suatu Gerak dalam Hubungan

Oleh :
J. Krishnamurti

Salah sebab utama dari ketakutan ialah karena kita tidak mau menghadapi diri kita sendiri sebagaimana adanya kita. Jadi, seperti ketakutan itu sendiri, kita harus menyelidiki keseluruhan lorong-lorong pelarian yang telah kita ciptakan, agar kita dapat terbebas darinya. Apabila batin, yang disitu tercakup otak, berusaha untuk mengatasi ketakutan, untuk menekannya, mendisiplinkannya, mengendalikannya, menerjemahkannya ke dalam istilah-istilah dari sesuatu yang lain, disitu timbul pergesekan, konflik, dan konflik semacam itu adalah pembuangan energi. Mungkinkah ada suasana damai sepenuhnya dalam diri kita dan dalam semua hubungan kita dengan orang lain? Bagaimana pun juga, hidup itu suatu gerak dalam hubungan; kalau tidak, maka sama sekali tidak ada kehidupan; dan bila hidup itu didasarkan pada abstraksi, ide atau perkiraan spekulatif, maka kehidupan yang abstrak itu pasti menimbulkan suatu hubungan yang akan menjadi medan perang. Anda mempunyai konsep tentang apa dan bagaimana seharusnya bertindak, dan selama ini Anda sebenarnya bertindak berlainan sama sekali; maka Anda melihat bahwa prinsip, kepercayaan dan ideal tidak bisa tidak menuju kepada keadaan yang bersifat munafik dan kepada suatu kehidupan yang tidak jujur. Ideal itulah yang menciptakan kebalikan dari apa yang ada; jadi bila Anda tahu bagaimana hidup dengan apa yang ada, maka kebalikan itu tidak perlu. Tetapi dengan mengingkari seksualitas itu mereka telah mencukil matanya dan memotong lidahnya sendiri, karena mereka telah mengingkari keseluruhan keindahan bumi. Mereka telah membunuh perasaan dan pikirannya, mereka adalah manusia yang layu, mereka telah membuang keindahan, karena keindahan itu telah diasosiasikan dengan wanita. Dapatkah cinta dibagi-bagi menjadi yang suci dan yang duniawi, yang ilahi? Ataukah yang ada hanya cinta itu saja? Anda tak akan mengerti tentang ruang yang ada antara diri Anda dan bintang-bintang,antara diri Anda dan istri atau suami Anda, atau sahabat Anda, karena Anda belum pernah mengamati tanpa gambaran,dan itulah sebabnya mengapa Anda tak tahu apa itu keindahan atau apa itu cinta. Batin yang religius sama sekali tak mencari, ia tak dapat bereksperimen dengan kebenaran. Kebenaran bukan sesuatu yang didikte oleh kenikmatan Anda atau kesusahan Anda, atau oleh persyaratan Anda, agama apa pun yang Anda anut. Batin religius adalah keadaan batin di mana tak ada ketakutan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: